Ketika perlawanan Pangeran Diponegoro semakin terdesak, terdapat salah satu prajuritnya yang bernama Mbah Singo Tani yang diikuti punggawannya yaitu mbah Jaya dan Mbah Sono Sumito. Ketiga orang tersebut menyingkir atau bersembunyi di hutan belantara wila