Konon bahwa suatu ketika pengikut pangeran Diponegoro yang dipimpin oleh Demang Ponconolo melarikan diri ke arah timur dan berhenti disuatu daerah yang sangat subur. Karena kesuburan dan kekayaan alam yang melimpah, kemudian diberi nama Satak yang berasal dari bahasa sanskerta yang berarti Harta.