Dusun ke tiga yang pada saat penemuannya terdapat pusaran angin.
Sejarah Nama
Pembabatan alas mbah Joyokusumo berlanjut pada suatu tempat. Di tempat tersebut beliau mendapati angin lesus yang berputar putar lalu berkata "Wo Kuwi Underane Angin" akirnya sampai sekarang disebut Drangin.