Bianatng semut (masyarakat Jawa biasa mengumpamakan benda-benda kecil dengan ukuran semut).
Sejarah Nama
Disebut Gunung semut karena ukurannya yang kecil. Dahulu Sultan Agung melempar suatu benda sebagai ritual untuk menentukan lokasi makam raja. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata lokasi gunungnya kecil dan diumpamakan seperti semut.