Kota Pekalongan Mulai Gunakan SAKTI untuk Inventarisasi

Kota Pekalongan, Berita Toponim. Kota Pekalongan sebagai simpul utama di kawasan Pentaglong (Kota Pekalongan, Kabupaten Batang dan Kabupaten Pekalongan) dalam RTRW Provinsi Jawa Tengah membuatnya menjadi kawasan strategis pertumbuhan ekonomi. Dari kondisi demikian membuat pemerintah kota Pekalongan mulai aktif melakukan pendataan nama rupabumi untuk dibakukan. Untuk menunjang tujuan tersebut, Setda (Sekretariat Daerah) Kota Pekalongan menyelenggarakan Bimtek (Bimbingan Teknis) dengan mengundang BIG (Badan Informasi Geospasial) untuk berbagi pengetahuan mengenai survei / inventarisasi toponim menggunakan SAKTI (Sistem Akuisisi data Toponim Indonesia) kepada Surveyor di seluruh kelurahan yang ada di kota Pekalongan yang berjumlah 27 Kelurahan, yang dahulunya ada 47 Kelurahan yang kemudian digabungkan melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penggabungan Kelurahan di Lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan. Setelah diamati, kecamatan di kota ini terbagi atas 4 kecamatan yang penamaannya menyesuaikan dengan 4 arah angin (Pekalongan Timur, Selatan, Barat dan Utara).

Kegiatan dibuka oleh Sekda (Sekretaris Daerah) Kota Pekalongan Ibu Sri Ruminingsih, SE, M.Si. Dari sambutan beliau diketahui bahwa Pemerintah Kota Pekalongan telah mulai Inventarisasi Nama Rupabumi sejak tahun 2019 dengan menggunakan metode manual yaitu menggunakan Formulir Cetak. Dengan adanya SAKTI dan tim BIG diharapkan dapat meningkatkan kemampuan surveyor serta verifikator di kota Pekalongan agar proses inventarisasi dan penelaahan dapat berjalan lebih efisien secara waktu, mempercepat dan memudahkan proses serta keamanan data dan kesinambungannya akan lebih terjaga karena dimasukkan dalam satu sistem. Pada kegiatan pembukaan selain para surveyor juga dihadiri dari beberapa lurah dalam rangka sosialisasi kegiatan inventarisasi data toponim ini.

Tim BIG diawali oleh Pak Harry Ferdiansyah, ST., M.Sc memberikan paparan terkait Pembakuan Nama Rupabumi (Toponim) secara umum mengenai urgensi dari adanya kegiatan serta kebijakan nasional yang mengatur kegiatan tersebut. Paparan selanjutnya oleh Pak Lulus Hidayatno, S.Si, M.Tech mengenai Kategori Unsur Nama Rupabumi. Dalam pemaparan tersebut, peserta cukup aktif berdiskusi. Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan teknis inventarisasi menggunakan SAKTI yang disampaikan oleh tim teknis BIG sampai proses pendaftaran akun dan pengajuan tugas Surveyor. Ada yang menarik disini, berhubung yang didatangkan adalah Surveyor yang sudah memiliki surat tugas, maka pengajuan tugas dibuat sampai akhir tahun 2020 sesuai surat tugas jadi tidak hanya untuk masa pelatihan, sehingga diharapkan setelah bimtek ini para surveyor dapat langsung bekerja. Sebelum mengakhiri kegiatan di hari pertama, peserta dijelaskan mengenai fitur-fitur yang ada di SAKTI dan berkesempatan menggunakan fitur akuisisi data titik, garis maupun area sebagai persiapan untuk praktek lapangan esok hari.

Esok hari udaranya menghangat meski cuaca mendung, peserta dibagi 3 kelompok untuk praktek akuisisi data di sekitaran kantor Wali Kota berlatih mengambil objek berbentuk titik, garis dan area. Peserta antusias mengikuti praktek lapangan meski kemudian turun hujan dan membuat para peserta berteduh sejenak. Saat berteduh peserta mencoba untuk unggah data ke Server. Kegiatan diakhiri dengan pemrosesan data hasil survei menggunakan WebGIS SAKTI yang dipandu oleh tim teknis BIG. (WAY)