Temu Nasional Penerbitan Gazeter Nasional Tahun 2020

Jakarta, Berita Toponim - Berdasarkan Perpres 116 Tahun 2016, maka tugas dan fungsi Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi (Timnas PNR) dilaksanakan oleh lembaga nonkementerian yang menyelenggarakan tugas di bidang geospasial yakni Badan Informasi Geospasial (BIG), dimana salah satu tugasnya adalah menyusun Gazeter Nasional. Serangkaian kegiatan pengumpulan nama rupabumi dan penelaahan nama rupabumi telah dilaksanakan oleh BIG bersama Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, Pemerintah Daerah, serta melibatkan Akademisi dan Pakar Toponimi. Daftar nama rupabumi yang telah ditelaah selanjutnya ditetapkan menjadi nama rupabumi baku dan dicantumkan dalam Gazeter Nasional agar dapat digunakan sebagai rujukan nasional.

Oleh karenanya, Selasa 8 Desember 2020, BIG menyelenggarakan Temu Nasional Penerbitan Gazeter Nasional di Jakarta. Acara ini diselenggarakan secara daring dan luring dengan mengundang banyak pihak terkait seperti dari Kemendagri, Kementerian PPN/Bappenas, Kemendikbud, Kementerian PUPR, Kementerian Parekraf, Kemenko Marves, KKP, LIPI, BPPT, Kemenhub, Kementerian ATR/ BPN, Kementerian ESDM, Pushidros TNI AL, Dittop TNI AD, Univeritas Indonesia (UI) dan BIG tentunya.

Ade Komara Mulyana selaku Kepala Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim BIG di awal acara melaporkan kegiatan penyelenggaraan nama rupabumi yang telah dilaksanakan mencakup nama rupabumi di wilayah daratan, nama rupabumi permukaan dan bawah laut serta nama rupabumi wilayah administrasi pemerintahan. Disampaikan pula bahwa tujuan Temu Nasional ini adalah (1) Koordinasi antar K/L terkait penyelenggaraan nama rupabumi; (2) Penyerahan simbolis dokumen Gazeter Nasional kepada K/L; dan (3) Sarana sosialisasi Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi, untuk mensinergikan kembali koordinasi K/L dan Pemerintah Daerah.

Plt. Kepala BIG yang merupakan Sekretaris Utama BIG Muhtadi Ganda Sutrisna hadir membuka acara secara resmi. Ganda menyampaikan apresiasi dan menyebutkan bahwa penerbitan Gazeter Nasional ini merupakan wujud nyata dari sinergi yang baik antara BIG dengan pihak-pihak yang telah berkontribusi. Ia pun mengingatkan bahwa tantangan ke depan dalam penamaan rupabumi akan lebih banyak dan lebih berat. UU Ciptakerja yang menggabungkan darat dan laut dalam satu konteks rupabumi akan menjadi tantangan tersendiri dalam Gazeter Nasional.

"Koordinasi dan elaborasi harus kita tingkatkan untuk menyelesaikan segala permasalahan nama rupabumi secara komprehensif yang tujuannya tentu untuk pembangunan Indonesia yang berkelanjutan", ungkapnya.

Sugiarto selaku Direktur Toponimi dan Batas Daerah Kemendagri  menyebutkan bahwa penulisan nama rupabumi yang tertata dengan baik merupakan bagian dari tertib administrasi untuk kelancaran dan kemajuan pembangunan nasional. "Penamaan rupabumi menjadi vital dalam pengambilan kebijakan dan pengelolaan administrasi negara" ujarnya. Ia pun menyampaikan komitmen Kemendagri untuk mendukung kegiatan pembakuan nama rupabumi.

Deputi Bidang Informasi Geospasial Dasar (IGD) BIG Mohamad Arief Syafii menjelaskan tentang perjalanan penyelenggaraan nama rupabumi dan proyeksi ke depan. Era Timnas PNR pada tahun 2012 telah ada 13.466 nama pulau yang sudah dibakukan. "Ke depan, penyelenggaraan nama rupabumi akan melibatkan lebih banyak pihak yang berkepentingan", ujarnya. Saat ini BIG telah menyiapkan sarana yang diperlukan dalam kegiatan penyelenggaraan nama rupabumi mulai dari pengumpulan, penelaahan sampai dengan publikasi nama rupabumi.

"Ada aplikasi bernama SINAR yang bisa diakses melalui www.sinar.big.go.id.", tambahnya. SINAR merupakan akronim dari Sistem Informasi Nama Rupabumi. Konsep gotong royong dan kolaborasi nama rupabumi kedepannya akan dilakukan melalui sistem ini yang diharapkan sebagai sistem terpadu yang mempermudah kerja dan menjaga kualitas data nama rupabumi.

"Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerjasama dalam penyusunan gazeter ini. Mulai tahun ini Gazeter akan diupdate secara berkala dan dipublikasikan", kata Arief.

Sora Lokita (Oki) dari Kemenko Marves hadir memberikan tanggapan. Oki menyebutkan bahwa nama rupabumi/toponim tidak hanya sebagai pembeda, tapi juga sebagai tanda kehadiran negara di setiap jengkal wilayah Indonesia. "Ini merupakan peran penting dari toponim" ucapnya. Pengelolaan wilayah perairan akan menjadi fokus Kemenko Marves ke depan dan membutuhkan data toponim dalam gazeter nasional sebagai penunjang untuk pengelolaan selat, laut, dan teluk.

Selain dari Kemenko Marves, ada juga tanggapan dari Kementerian PPN/Bappenas, Pushidros TNI AL, Dittop TNI AD dan UI di antaranya agar data nama rupabumi terkait militer tidak bisa diakses secara bebas.

Rangkaian acara diakhiri dengan penyerahan dokumen gazeter secara simbolis dari BIG oleh Deputi Bidang IGD BIG Mohamad Arief Syafii kepada perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kemenko Marves, dan Kemendagri. (ATM/DN/APP)